Rabu, 20 Juni 2012

HOME

HOME adalah sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Yann Arthus-Bertrand. Film ini menghadirkan keadaan planet yang kita tempati, yaitu Bumi. Menceritakan tentang iklim dan bagaimana kita (manusia) sebagai spesies paling dominan mengubah bumi, masa lalu, sekarang, dan di masa yang akan datang. Tema yang dibawakan adalah mengenai korelasi antara semua organisme dengan bumi yang terkait dalam hubungan yang rumit namun sangat penting untuk menjaga keseimbangan satu sama lain. Sehingga tidak mungkin ada satu pun organisme yang hidup berdiri sendiri.
Film dokumenter ini diawali dengan menampilkan landscape gunung-gunung volkanis. Dan menjelaskan bahwa asal mula kehidupan itu berasal dari organime bersel satu dari mata air tepi volkanis. Organisme bersel satu inilah yang memiliki peranan penting dalam proses evolusi fotosintesis.
Kemudian kehidupan berkembang, sehingga muncul air dan pepohonan. Lalu dokumenter ini menghadirkan kehidupan manusia yang lebih berorientasi pada lingkup kehidupan yang pada akhirnya memunculkan peradaban. Mulai dari revolusi pertanian, hingga akhirnya ditemukan minyak yang menjadikan peradaban manusia berubah lebih cepat. Adanya industri, kota, gedung-gedung pencakar langit, dan tentunya mengakibatkan kesenjangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kelaparan, kekurangan air bersih, dan yang lebih mengkhawatirkan adalah krisis energi, terlebih listrik.
Adanya ketidakseimbangan dalam pengelolaan energi, air, dan makanan ini akhirnya menimbulkan dampak yang lebih besar, yaitu Global Warming dan krisis karbon. Kota-kota megah seperti New York, Los Angeles, Mumbai, India, Tokyo, Dubai mendapat sorotan dalam film dokumenter ini. Belum lagi melelehnya gunung es atau glasier, menaikkan tinggi permukaan laut, mengubah pola cuaca yang makin susah diprediksi.
HOME menampilkan fakta-fakta tentang bumi dan diikuti oleh sebuah kesimpulan positif. Setidaknya mengajak kita untuk mengenal tempat hidup yang kita tinggali bersama, yaitu bumi. Dan untuk lebih memperhatikan isu-isu lingkungan yang sedikit banyaknya dan lambat laun akan mempengaruhi kehidupan kita semua secara umum.
Dari sisi pengambilan gambar, HOME sangat apik menjaga pengambilan sudut gambar dari awal hingga akhir. Benar-benar film dokumenter yang luar biasa. Untuk informasi yang lebih jelas, Anda bisa mengunjungi situs resminya dihttp://www.home-2009.com/us/index.html (Insan Sains) atau Full Film untuk Sobat HIBER UNTAN yang penasaran dengan filmnya bisa bertemu dengan Relawan HIBER UNTAN : Syarifudin.

Pencairan Es Di Bumi

            Greenland adalah sebuah pulau yang pada permukaannya terhampar berkilo-kilometer persegi salju atau es. Greenland ini juga merupakan salah satu penyimpan es terbesar di bumi setelah antartika. Menurut riset para ilmuwan, Greenland terkena imbas dari pemanasan global, yaitu mencairnya permukaan es di Greenland. Para ilmuwan memperkirakan jika es di Greenland terus mencair maka permukaan laut akan naik dan dapat membanjiri daerah pesisir pantai. Jika itu terjadi, maka orang-orang yang biasa tinggal di tepi pantai harus mengungsi untuk mendapat rumah baru. 
Antartika dikhawatirkan mencair seluruhnya karena Global  Warming. Bagaimanakah pencairan es di Greenland bisa terjadi? Pencairan es di Greenland sebenarnya wajar terjadinya, tetapi diimbangi oleh pembentukan di puncak gletser yang merupakan sumber es. tetapi karena pemanasan global, gletser yang mencair jauh lebih banyak dibandingkan dengan gletser yang terbentuk. Itulah yang menyebabkan es atau gletser di Greenland semakin sedikit.
Proses pencairan es di Greenland diawali oleh pecahnya balok-balok es raksasa di Greenland. Greenland dapat terpecah-pecah karena sifat air yang membeku. Sifat tersebut adalah bertambahnya volume air pada saat menjadi es. Pada permukaan gletser di Greenland, terdapat celah-celah yang mencapai dasar gletser. Es yang mencair akan menjadi air dan masuk ke celah-celah gletser ini. Air yang masuk ke celah-celah ini kemudian membeku. Air yang membeku memiliki volume yang lebih besar daripada saat bentuk cair sehingga air yang membeku ini mendorong es disekitarnya dan membuat gletser di Greenland pecah.
Para ilmuwan merasa kesulitan untuk mencegah hal ini karena untuk menghentikan pencairan ini, maka harus menghentikan pemanasan global. Untuk itu dunia sedang mengusahakan pengurangan emisi gas buang dari perindustrian terutama dari negara-negara maju.
Selain di Greenland, Antartika juga semakin terancam oleh pemanasan global. Proses pencairan es di Antartika berlangsung lebih cepat karena seluruh permukaan antartika merupakan es tidak seperti di Greenland. Hal ini menyebabkan bertambahnya kecepatan pencairan dikarenakan sifat es yang lainnya, yaitu es lebih mudah bergerak di atas permukaan cair dibandingkan di atas permukaan padat.
Di Greenland, gletser berada di atas permukaan padat, tetapi di antartika es langsung berada di atas air. Es yang berada di atas air mengalami gerakan yang lebih cepat dibandingkan es yang berada di atas permukaan padat. Ini menambah faktor yang menyebabkan es pecah. Jika es di antartika pecah, maka balok es raksasa akan terapung di laut dan mengalami pencairan lebih cepat karena volumenya lebih kecil.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Sobat HIBER UNTAN, 5 Juni adalah Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tahu tidak pada tahun 2012 ini berapa usia Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati? Ternyata genap 40 tahun lohhh..

Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini awalnya dicetuskan pada tahun 1972 sebagai rangkaian kegiatan lingkungan oleh salah seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson yang dari dua tahun sebelumnya menyaksikan betapa kotor dan cemarnya bumi oleh ulah manusia. Nelson mengambil prakarsa bersama LSM yang bergerak dibidang lingkungan hidup untuk mempelopori satu hari bagi usaha penyelamatan bumi dari jurang kerusakan. Dari Konferensi PBB mengenai lingkungan hidup yang diselenggarakan pada tanggal 5 juni 1972 di Stockholm, Swedia. Akhirnya tanggal 5 Juni tersebut ditetapkan sebagai hari Lingkungan Lingkungan Hidup Sedunia.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dimaksudkan untuk menggugah kepedulian manusia dan masyarakat pada lingkungan hidup yang kian hari kian rusak. Nah, menjaga lingkungan hidup itu ternyata sangat penting untuk dilakukan, sebab bumi sebagai tempat kita tinggal usianya sudah semakin uzur.

Pemanasan global juga sudah tidak bisa dicegah lagi, kerusakan alam semakin banyak bahkan sumber daya energi di bumi pun lama-lama bisa semakin menipis. Yukk, sekarang kita bahas mengapa dan bagaimana kita menjaga lingkungan hidup.

Menjaga keselamatan lingkungan hidup bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh Sobat HIBER UNTAN. Jadi menjaga urusan lingkungan hidup bukan hanya pekerjaan orang dewasa saja. Sobat HIBER UNTAN bisa ikut menjaga lingkungan, bagaimana yaa caranya? Menjaga lingkungan hidup bisa dilakukan melalui lingkungan tempat tinggal dan diri kita sendiri. Misalnya kita melakukan penghematan energi. Hmmm... Baru tahukan ternyata hemat energi itu merupakan salah satu cara untuk menjaga lingkungan hidup. Coba bayangkan kalau sumber energi yang ada di bumi ini terus dikeruk dan dipergunakan dengan boros, akan seperti apa lingkungan hidup kita.

Untuk melakukan hemat energi Sobat HIBER UNTAN bisa memberikan contoh untuk teman-teman lain dengan cara mematikan lampu di siang hari. Matikan tv, radio dan komputer jika tidak digunakan. Selain melakukan hemat energi, untuk menjaga lingkungan hidup jangan lupa kita melakukan pola hidup sehat, seperti jangan buang sampah sembarangan, memisahkan sampah organik dan anorganik, menggunakan barang daur ulang.

Nah, satu lagi yang tidak boleh kita lupakan adalah terus melakukan penanaman pohon walaupun hanya satu batang, sebab ini akan menjaga pori-pori dunia sehingga lingkungan hidup akan terjaga. Sekarang Sobat  HIBER UNTAN sudah tahukan cara memelihara lingkungan hidup.

Jumat, 01 Juni 2012

Hari Air


Air merupakan senyawa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mahkluk hidup. Tumbuhan, hewan,  manusia pasti membutuhkan air dalam proses metabolismenya. Bahkan dalam tubuh manusia hampir 55-78% terdiri dari air, bila tubuh kekurangan cairan maka akan terjadi dehidrasi, sehingga tubuh membutuhkan 1 hingga 7 liter air per hari tergantung pada suhu, kelembaban dan aktivitas yang dilakukan.
Mengacu pada tema Hari Air Sedunia tahun 2012. (World Water Day 2012) yaitu  “Water and Food Security” atau “Air dan Ketahanan Pangan” yang diperingati hari ini, maka air juga  merupakan salah satu faktor mendasar dalam memproduksi pangan, sehingga dengan peringatan ini diharapkan penduduk bumi untuk lebih arif dalam menggunakan air demi menjamin ketahanan pangan dunia.
Air yang dibutuhkan manusia tentunya air bersih, yaitu air yang bermutu baik dan yang  bisa dimanfaatkan manusia untuk dikonsumsi atau untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti MCK. Dan syarat untuk dapat diminum air harus memenuhi kriteria, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau.
Kenyataan yang ada saat ini, untuk sebagian besar orang di kota, yang tergolong mampu, lebih memilih membeli air kemasan produksi pabrik yang menurut iklannya berasal dari mata air pegunungan karena dianggap lebih bersih dan lebih layak untuk di konsumsi, alasan lainnya tentu lebih praktis karena tidak perlu memasak air. Selain itu, kondisi ini juga disebabkan tidak ada lagi sumur atau mata air bersih di perkotaan, juga seringkali kita diperhadapkan pada kondisi air yang PAM yang tidak layak untuk dikonsumsi, kadang berwarna coklat dan berbau logam.
Bagaimana dengan orang yang tidak mampu membeli air kemasan pabrik untuk dikonsumsi setiap hari? Saat ini menjamur Depo Pengisian Air Minum isi ulang.  Biaya pengisian air biasanya Rp. 3500-4000 per galon. Depo Pengisian Air minum isi ulang ini merupakan bisnis yang sedang menjamur hingga ke perkampungan. Masyarakat perkampungan lebih memilih mengkonsumsi air ini dari pada memasak sendiri, alasannya karena dapat lebih mengirit bahan bakar, baik minyak maupun elpiji dan juga lebih praktis.
Padahal bila kita telaah, air yang dihasilkan oleh depo pengisian air minum isi ulang ini belum dapat diuji kelayakannya untuk dikonsumsi langsung sebagai air minum. Seperti yang dikhawatirkan oleh BPOM, banyak pengusaha depo air minum isi ulang cenderung memilih harga peralatan yang murah tanpa peduli Kualitas dan Standarisasi kelayakan air minum.
Karena susahnya mendapatkan air bersih untuk keperluan memasak, saya pun terpaksa harus membeli air dari depo isi ulang ini untuk keperluan memasak.
Air untuk keperluan MCK.

Untuk warga perumahan kota tentunya lebih banyak menggunakan air PAM atau air tanah yang ditarik melalu Jet Pump untuk memenuhi keperluan tersebut.  Tetapi, untuk masyarakat dipinggiran, terutama yang tinggal di sepanjang aliran sungai, saya masih sering melihat mereka melakukan kegiatan MCK tersebut di sepanjang aliran air tersebut. Mandi, mencuci baju, bahkan mencuci piring pun dilakukan disana, padahal bila dilihat kondisi air sudah berwarna coklat.
Sebuah pemandangan yang cukup membuat  kita berpikir  untuk lebih bijak menggunakan air. Bayangkan saja, bila sebagian orang golongan mampu yang tinggal di perumahan elite menggunakan air bersih untuk mencuci mobilnya, sedangkan sebagian orang lagi yang hidup di pinggiran sungai menggunakan air yang sangat tidak layak untuk kegiatan MCK sehari-hari.
Akhirnya, marilah kita bijak menggunakan air.