Kamis, 30 Mei 2013

Pengertian dan Karateristik Kualitas Lingkungan Hidup

Secara sederhana kualitas lingkungan hidup diartikan sebagai keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung optimal bagi ke langsungan hidup manusia pada suatu wilayah. Kualitas lingkungan dicirikan antara lain dari suasana yang membuat orang merasa betah atau kerasan tinggal di tempatnya sendiri. Berbagai keperluan hidup terpenuhi dari kebutuhan dasar atau primer, meliputi makan, minum, perumahan, sampai kebutuhan rohani atau spiritual meliputi pendidikan, rasa aman, dan sarana ibadah. Kualitas lingkungan hidup dapat dibedakan berdasarkan karakteristik biofisik, sosial-ekonomi, dan budaya.

a. Lingkungan Biofisik
Lingkungan biofisik adalah lingkungan yang terdiri atas komponen biotik dan abiotik yang berhubungan dan saling memengaruhi satu dengan lainnya. Komponen biotik merupakan makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan, dan manusia. Adapun komponen abiotik terdiri atas benda-benda mati, seperti tanah, air, udara, dan cahaya matahari. Kualitas lingkungan biofisik disebut baik jika interaksi antarkomponen berlangsung dengan seimbang.

b. Lingkungan Sosial-Ekonomi
Lingkungan sosial ekonomi adalah lingkungan manusia dalam hubungannya dengan sesama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Standar kualitas lingkungan sosial-ekonomi disebut baik jika kehidupan manusia akan kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kebutuhan hidup lainnya dapat terpenuhi.

c. Lingkungan Budaya
Lingkungan budaya adalah segala kondisi baik berupa materi (benda) maupun nonmateri yang dihasilkan manusia melalui aktivitas dan kreativitasnya. Lingkungan budaya dapat berupa bangunan, peralatan, pakaian, senjata, dan juga termasuk nonmateri, seperti tata nilai, norma, adat istiadat, kesenian, dan sistem politik. Standar kualitas lingkungan budaya dikatakan baik jika di lingkungan tersebut dapat memberikan rasa aman dan sejahtera bagi semua anggota masyarakatnya dalam menjalankan dan mengem bangkan sistem budayanya.

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diketahui di dalam memahami kualitas lingkungan adalah daya dukung lingkungan (carrying capacity). Daya dukung lingkungan adalah ukuran kemampuan suatu lingkungan mendukung sejumlah kumpulan atau populasi jenis makhluk hidup tertentu untuk dapat hidup dalam suatu lingkungan tertentu. Lingkungan tersebut dapat berupa sebidang lahan, wilayah tertentu, atau ekosistem tertentu. Misalnya, lahan pertanian sawah, perkebunan, hutan, rawa, sungai, danau, pantai, desa, kota, permukiman, dan kawasan industri. Adapun sejumlah individu atau kelompok tertentu dapat berupa tumbuh-tumbuhan, binatang, ataupun manusia. Jika membahas mengenai individu atau kelompok manusia, maka yang dimaksud daya dukung lingkungan di sini adalah ukuran kemampuan suatu lingkungan mendukung sejumlah individu atau kelompok manusia untuk dapat hidup dengan wajar dalam lingkungan tersebut.

Lingkungan yang ada di sekitar manusia sangatlah beragam, begitu pula dengan daya dukung lingkungannya. Pada lingkungan yang berbeda maka akan memiliki daya dukung yang berbeda pula. Daya dukung lingkungan tidak mutlak, tetapi berkembang sesuai faktor atau sumber daya yang memengaruhinya, antara lain faktor geografi dan sosial-budaya. Adapun yang dimaksud dengan faktor-faktor geografi dan sosial budaya di antaranya sebagai berikut.

a. Faktor geografi, seperti iklim, kesuburan tanah, dan erosi.
b. Faktor sosial-budaya, seperti ilmu, pengetahuan, dan teknologi.

Daya dukung lingkungan sangat berkaitan erat dengan kepadatan (densitas) suatu populasi atau jumlah makhluk hidup yang terdapat dalam suatu lingkungan tertentu. Dengan mengetahui daya dukung atau kemampuan lingkungan dalam mendukung populasi di atasnya, dapat dihitung kemampuan tertinggi (maksimal) lingkungan tersebut. Berapakah yang dapat didukung lingkungan yang bersangkutan agar sejumlah makhluk hidup (populasi) dapat hidup dengan wajar.
Tingkat kepadatan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

a. Tingkat kepadatan maksimum (tertinggi).
b. Tingkat kepadatan optimum (cukup/sedang/wajar).
c. Tingkat kepadatan berlebih (kelebihan populasi).

Kepadatan populasi mencapai tingkat berlebih jika kepadatannya melebihi kepadatan yang mampu didukung. Dapat dikatakan juga bahwa lingkungan telah sampai kepada batasnya sehingga pada saat yang bersamaan akan terjadi masalah lingkungan atau ketimpangan ekologi.

Jumlah manusia sampai saat ini terus bertambah dan berkembang. Adapun permukaan bumi yang merupakan ekosistem kehidupan manusia luasnya tetap. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya benturan antara pertumbuhan jumlah manusia dan daya dukung lingkungan, pada akhirnya menimbulkan masalah lingkungan atau ketimpangan ekologi. Manusia dengan kemampuan ilmu, pengetahuan, dan teknologi dapat meningkatkan daya dukung lingkungan. Melalui penerapan teknologi dalam bidang pertanian, peternakan, dan permukiman, manusia dapat mengembang kan serta meningkatkan daya dukung lingkungan sehingga mampu memakmurkan kehidupan penduduk. Sebagai contoh, dengan diterapkannya program intensifikasi pertanian oleh pemerintah, maka satu hektar sawah yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu ton gabah padi dapat menjadi dua atau tiga ton gabah padi.

Akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia pun dapat menurunkan daya dukung lingkungan bahkan dalam waktu singkat sampai kepada batas kemampuannya. Sumber daya lingkungan yang seharusnya berperan menopang kehidupan manusia atau makhluk hidup lainnya tidak lagi mampu mendukung kelangsungan kehidupannya. Maka yang terjadi adalah sebuah bencana baik alam maupun kemanusiaan. Dalam ekologi, manusia dikenal sebagai makhluk paling dominan (man ecological dominant). Artinya, manusia sangat mampu memanfaatkan ling kungan bagi kesejahteraan hidupnya. Oleh karena kemampuan akalnya, saat ini manusia sangat berperan dalam menentukan alam dibandingkan makhluk lainnya. Alam atau lingkungan hidup akan lestari, serasi, atau hancur, semata-mata tergantung pada kemauan manusia itu sendiri.

Source : materi/sma/geografi/pengertian-dan-karateristik-kualitas-lingkungan-hidup/
 

Rabu, 20 Maret 2013

Kualitas Air Gambut Kalbar

         Selama ini air bersih menjadi permasalahan menahun di Pontianak juga beberapa daerah yang memiliki lahan gambut lain seperti Kalimantan Tengah dan Papua terutama Kalimantan Barat sendiri.
        Air gambut yang berwarna coklat seperti air teh tersebut biasa digunakan oleh masyarakat di wilayah gambut untuk mandi sampai konsumsi minum. Padahal dari sisi kesehatan kurang baik. Bisa menyebabkan gigi dan tulang keropos dan mengganggu pencernaan.
      Air gambut termasuk dalam kategori marginal atau air baku yang tidak layak konsumsi. “Air gambut sangat spesifik. Dia berwarna, itu alami bukan sedimen, sehingga tidak mengendap, pHnya pun rendah,” air gambut memiliki tingkat keasaman (pH) yang sangat rendah yakni 2 sampai 4, sehingga sangat asam. Padahal air normal memiliki pH 7. Selain itu air gambut juga memilki kandungan material organik yang sangat tinggi. “Karena asam, dia mengandung banyak logam. Air seperti ini sangat tidak layak untuk digunakan,”.
 
 

Sampah Daur Ulang Menghasilkan Money

          Lihat gambar 1.1, Keadaan sampah-sampah plastik yang dibuang sangat memberi kesan yang buruk terhadap kualitas air sungai dan berdampak besar untuk lingkungan. Kita selalu ingat bahwa ada 2 faktor yang mempengaruhi lingkungan hidup, yaitu : faktor alam dan faktor manusia.
             Pada bagian ini sedikit saya singgung bagaimana cara memanfaatkan sampah-sampah plastik, sebab mengapa sampah plastik itu harus dimanfaatkan; jika dibuang ke sungai dapat menyebabkan tersumbatnya atau menumpuknya sampah tersebut pada bagian hilir atau muara sungai serta bangunan pintu air yang lama-lama menumpuk yang akan menyebabkan banjir. Nah maka dari itu kita harus punya ide bagaimana cara mengolah sampah itu.
        Caranya banyak sekali, sampah-sampah tadi bisa menjadi produk daur ulang yang menghasilkan omset atau pemasukan yang besar, contoh : lihatlah gambar 1.2 dan 1.3 berikut.
Gambar : 1.2 Sandal dari plastik
Gambar : 1.3 Tas dari plastik daur ulang












Nah, sudah lihatkan hasil produk daur ulang sampah plastik, lumayan lho buat tambah pemasukan sehari-hari. Nah, dari pada sampahnya kita buang ke sungai menimbulkan banjir, lebih baik kita kumpulkan sobat hiber "Ayo Ramah Lingkungan"

Sabtu, 16 Maret 2013

ARSIP KEGIATAN PENGKADERAN ANGKATAN KE-II HIBER UNTAN

Rasa kebersamaan selamanya
Games
       Inilah bentuk kegiatan pengkaderan Hijau Bersih UNTAN. Jika di lihat dari beberapa futonye asyik kan.... apalagi sudah ikut... wahhhhhhh... yg gx ikut pasti cemburu hahahahaha....
Ada banyak games, materi dan prakteknye sobat.... 

Kak, laperrrr

Hay, boleh kenalan gx..???

aa'' sayang (ckckck...)

yeeee.....!!!!

gembira 

materi

materi

cari ide-ide

mari tanam

Add caption


maskot

zzZZZZ....rrrr

So Sweets







play volly ball

SEKILAS INFORMASI

Pendaftaran Calon  Anggota Baru "JADILAH PAHLAWAN BUMI" UKM PLH HIBER UNTAN : Diperpanjang mulai dari Senin, 18 s/d 23 Maret 2013.

Buat kawan-kawan yang minat bakatnya cinta dan peduli dengan lingkungan bersama HIJAU BERSIH UNTAN. Info lebih lanjut silahkan kunjungi : FB; Hijau Bersih Untan, Twitter ; @HijauBersihUNTAN atau hiberuntan.blogspot.com

Jumat, 15 Maret 2013

Tanaman Penyerap CO2 Terbaik, Tertinggi dan Terbanyak


          Di sekolah kita diajarkan bahwa semua tanaman merupakan penyerap karkarbondioksida (CO2) di udara. Tetapi setiap pohon dari jenis yang berbeda punya kadar penyerapan karbondioksida yang berbeda pula. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak global warming dengan melakukan program pengurangan Karbondioksida dengan melakukan penanaman, kita harus memilih pohon yang punya daya serap karbondioksida tinggi. tumbuhan melakukan fotosintesis untuk membentuk zat makanan atau energi yang dibutuhkan tanaman tersebut. Dalam fotosintesis tersebut tumbuhan menyerap karbondioksida (CO2) dan air yang kemudian diubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari.
          Endes N Dahlan, seorang dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada tahun 2007-2008 telah melakukan penelitian tentang daya serap karbondioksida pada berbagai jenis pohon/tanaman. Endes menemukan bahwa pohon trembesi (Samanea saman) terbukti dapat menyerap paling banyak karbondioksida dibandingkan pohon lainnya. Dalam setahun, trembesi mampu menyerap 28.488,39 kilogram karbondioksida. Disusul kemudian oleh pohon cassia (Cassia sp) yang mampu menyerap 5.295,47 kilogram.
            Banyak faktor yang memengaruhi tanaman memiliki daya serap karbondioksida sehingga menyebabkan perbedaan kemampuan tanaman sebagai tanaman/pohon penyerap karbondioksida akan. Di antaranya ditentukan oleh mutu klorofil. Mutu klorofil ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya magnesium yang menjadi inti klorofil. Semakin besar tingkat magnesium, daun akan berwarna hijau gelap. Daya serap karbondioksida sebuah pohon juga ditentukan oleh luas keseluruhan daun, umur daun, dan fase pertumbuhan tanaman. Selain itu, Pohon-pohon yang berbunga dan berbuah memiliki kemampuan fotosintesis yang lebih tinggi sehingga mampu sebagai penyerap karbondioksida yang lebih tinggi yang tentunya akan lebih baik. Faktor lainnya yang ikut menentukan daya serap karbondioksida adalah suhu, dan sinar matahari, ketersediaan air.

Nama Pohon Nama Ilmiah Daya serap CO2 (Kg/pohon/tahun):
1. Trembesi / Ki Hujan Samanea saman 28.448,39 
2. Cassia Cassia sp 5.295,47 
3. Kenanga Canangium odoratum 756,59 
4. Pingku Dysoxylum excelsum 720,49 
5. Beringin Ficus benyamina 535,90 
6. Kiara Payung/ Krey payung Fellicium decipiens 404,83 
7. Matoa Pornetia pinnata 329,76 
8. Mahoni Swettiana mahagoni 295,73 
9. Saga Adenanthera pavoniana 221,18 
10. Bungkur Lagerstroema speciosa 160,14

         Dengan menanam pohon trembesi merupakan suatu usaha untuk mengurangi karbondioksida sebagai usaha besar untuk mengurangi dampak global warming. Pohon apapun yang anda tanam, akan membantu bumi menyeimbangkan alamnya.

Sumber tulisan :
http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/08/23/tanaman-penyerap-karbondioksida/ 
http://www.tropical-plants-flowers-and-decor.com/monkey-pod-tree.html 
www.agroforestry.net/tti/Samanea-raintree.pdf



Selasa, 12 Maret 2013

HARI AEK SEDUNIE 2013


             Untuk mengingatkan bahwa bumi yang terdiri dari tanah dan air merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dipelihara, maka semua Negara anggota PBB memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) pada tiap tanggal 22 Maret. Peringatan juga dilakukan di Indonesia, dimaksudkan sebagai wahana untuk memperbaharui tekad kita dalam melaksanakan agenda 21 yang dicetuskan pada tahun 1992 pada United Nation Conference on Environment and Development (UNCED) yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, atau secara populer dikenal dengan sebutan “Earth Summit/Pertemuan Dunia”. Pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 melalui Resolusi nomor 147/1993, usulan Agenda 21 diterima dan sekaligus ditetapkan sebagai Hari Air Sedunia yang mulai diperingati sejak tahun 1993 oleh disetiap Negara anggota PBB.
(Sumber : www.menkokesra.go.id)